Kongres Sungai

Kongres Sungai Kongres Sungai Pada Kongres Sungai Indonesia III ini, diperkirakan 750 partisipan ikut serta, terdiri dari pemerintah, per...

Kongres Sungai

Kongres Sungai

Pada Kongres Sungai Indonesia III ini, diperkirakan 750 partisipan ikut serta, terdiri dari pemerintah, perguruan tinggi dan pemerhati sumber daya air

Kongres SungaisalmahKH Husin Naparin, Ketua MUI Kalsel

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

KOTA Banjarmasin, dijuluki Kota Seribu Sungai, pada 1 s/d 4 November 2017 menjadi tuan rumah Kongres Sungai Indonesia III 2017 sebagai kelanjutan Kongres Sungai Indonesia I di Banjarnegara, 2015 dan Kongres Sungai Indonesia II di Bendungan Selorejo, Kabupaten Malang, 2016.

Pada Kongres Sungai Indonesia III ini, diperkirakan 750 partisipan ikut sert a, terdiri dari pemerintah, perguruan tinggi dan pemerhati sumber daya air, sungai dan kawasan di Indonesia. Sungai mendapat tempat terhormat dalam Islam (Alquran). Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya...” (QS Al-Baqarah, 25).

Lewat ayat ini Allah SWT menggambarkan bahwa surga (tempat segala macam kenikmatan) itu baru dikatakan surga jika tajri min tahtihal-anhar(mengalir sungai-sungai di dalamnya); dan surga diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh.

Dalam menata kawasan tempat tinggal, seyogianya hal ini kita terapkan dalam kehidupan dunia. Lihatlah, Mesir menjadi subur dan makmur karena aliran sungai Nil. Beberapa gurun pasir yang kering dan gersang di Saudi Arabia menjadi subur, karena dialirkannya air ke tengah-tengah gurun tersebut.

Negeri Belanda, hampir 38 % kawasannya berada di baw ah laut, menjadi molek karena pengaturan irigasi, sungai dan selokan yang diatur demikian rupa. Sebaliknya Banglades, sering menjadi lautan banjir karena sungai Gangga dan Brahmaputra yang alirannya tidak bisa dikuasai.

Di Banua kita banyak sungai, tetapi masyarakat belum mengerti bahwa dunia bisa menjadi surga (nyaman), jika sungai-sungainya mengalir. Mereka membuat sungai merana, sakit dan akhirnya mati karena sebagian besar mereka tidak memeliharanya, seenaknya melempar sampah ke sungai menyebabkan panorama jorok; membuang sampah ke selokan sehingga tersumbat, menyebabkan kotor dan busuk akhirnya membawa penyakit; padahal ratusan kali membaca dan mendengar, jannatun tajri min tahtihal-anhar.

Hal ini diperparah pula, karena pembangunan pemukiman tanpa perencanaan adanya drainase air yang tertata rapi dan memadai.

Dalam Kongres Sungai Indonesia III ini, panitia pelaksana melengkapi acara pelaksanaan salat hajat dengan maksud memohon kepada Allah SWT, agar kiran ya dapat memberkahi sungai. Penulis teringat kepada sungai Nil, yang mengalir dari pertengahan benua Afrika sampai ke Mesir, sepanjang 6.650 km atau 4.132 mil, melewati tidak kurang dari sembilan negara, yaitu Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, Sudan Selatan, dan tentu saja Mesir.

Dalam sejarah, sungai Nil identik dengan Mesir. Unik sekali, sungai besar ini pada setiap tahunnya banjir meluap membawa lumpur yang menyuburkan sepanjang bantaran sungai Nil di Mesar.

Pada zaman dahulu, masyarakat Mesir kuno pada setiap tahunnya harus mempersembahkan seorang gadis cantik ke dalam aliran sungai Nil; jika tidak, menurut mereka sungai Nil akan marah sehingga membawa petaka, bukan membawa manfaat.

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, dakwah Islamiyah sudah sampai di Mesir.Beliau membuat sepucuk surat berisikan antara lain; “Wahai sungai Nil, anda dan kami manusia yang mendiami tepian mu adalah sama-sama makhluk Allah. Karenanya banjirlah engkau membawa air dan lumpur untuk kemanfaatan makhluk Allah dan bukan bencana.”

Surat itu ditenggelamkan ke dalam aliran sungai Nil. Sejak itu kebiasaan mengorbankan gadis cantik dihentikan dan sungai Nil tetap banjir membawa manfaat, demikian tulis Jirji Zaidan dalam bukunya Armanusah, puteri Mesir.

Sekarang aliran sungai Nil diatur melalui bendungan Aswan yang terkenal. Selamat dan sukses Kongres Sungai Indonesia III Tahun 2017 di Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. (*)

Editor: BPost Online Ikuti kami di Siapa Sangka Wanita Cantik Ini Merupakan Pelaku yang Beri Miras ke Hewan Safari Sumber: Google News | Berita 24 Kalsel

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Hiburan,1,Lokal,2,Olahraga,2,
ltr
item
Berita 24 Kalimantan Selatan: Kongres Sungai
Kongres Sungai
http://cdn2.tstatic.net/banjarmasin/foto/bank/images/kh-husin-naparin-ketua-mui-kalsel_20170406_114446.jpg
Berita 24 Kalimantan Selatan
http://www.kalsel.berita24.com/2017/11/kongres-sungai.html
http://www.kalsel.berita24.com/
http://www.kalsel.berita24.com/
http://www.kalsel.berita24.com/2017/11/kongres-sungai.html
true
4047913673859009494
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy