www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Batubara Indonesia Siap Dominasi Pasar China

Posted by On 08.33

Batubara Indonesia Siap Dominasi Pasar China

JAKARTA - China membutuhkan pasokan energi yang besar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor industri mereka. Hal tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha batubara Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor ke Cina.Untuk tujuan itulah, Indonesia hadir di The 17th China Coal and Mining Expo (CCME) pada 25-28 Oktober 2017 di Beijing, China. Di perhelatan ini PT Borneo Pasifik Global (BPG) mendapat kepercayaan mewakili Indonesia untuk pertama kali di coal expo terbesar di China tersebut.CCME adalah pameran pertambangan batubara terbesar di China dengan reputasi yang diakui seluruh dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, CCME mengambil tema, ''Intelligent Manufacturing, Leading the Future'' dan diikuti hampir 400 perusahaan dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.''BPG berusaha agar konsumen industri, perusahaa n pembangkit listrik hingga investor sektor pertambangan dan energi dari China bisa lebih memahami regulasi dan iklim usaha sektor pertambangan Indonesia,'' kata CEO BPG, Rendy Halim, yang ikut hadir di acara tersebut.Ads CCME menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan baik antara China dan Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan. Calon pembeli dan investor dari China mendapatkan penjelasan terkait fluktuasi harga batubara hingga jaminan transparansi dalam proses penambangan dan pengiriman komoditas tersebut. Hal ini berguna untuk meningkatkan keyakinan bahwa bisnis antara China dengan Indonesia itu sangat aman dan prospektif.  Dan juga dukungan dari kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan China, memperkuat kenyamanan dan keamanan dalam sisi berbisnis.''Respons market amat baik. Mereka terlihat antusias untuk memahami lebih jauh perdagangan batubara di Indonesia. Melalui pameran ini kami ingin membuat hubungan perdagangan batubara antara Indonesia da n China menjadi lebih baik lagi di segala aspek,'' ujar Head of Sales PT BPG, David Tjie, saat ditemui di Jakarta, 6 November lalu. David juga menjadi salah satu pembicara di forum diskusi internasional CCME dengan topik ''Prospek Coal Market Indonesia''. Forum ini diikuti 5 perusahaan batubara terbesar di China, perwakilan pemerintah China, serta  perwakilan negara-negara lain seperti Rusia, Australia dan Eropa.  Di acara bergengsi ini, BPG menampilkan beberapa produk batubara andalan asal Indonesia, antara lain BPG 47 (NAR44), BPG 42 (NAR38), dan BPG 38 (NAR35). Produk-produk BPG dengan tingkat kadar sulfur yang sangat rendah di bawah 1% ini cocok untuk memenuhi kebutuhan konsumen di sektor industri China yang sangat peduli dengan kebersihan udara. batubara BPG dipasok dari produsen batubara yang memiliki tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. BPG memulai ekspor ke China pada 2015 dengan volume awal mencapai ratusan ribu ton per tahu n. Setahun kemudian, ekspor ke China tumbuh mencapai 180%. Dan pada akhir tahun 2017, secara kumulatif pertumbuhan ekspor ke China akan mencapai 310%. Volume ekspor ke China ini setara dengan 55% total volume ekspor batubara BPG dengan pasar utama antara lain, China, India, Vietnam, Filipina, Thailand, Korea Selatan dan Bangladesh. Hingga kini BPG mampu melayani kebutuhan batubara dengan berbagai jenis kualitas. Terus Bertumbuh Pada tahun ini ekspor batubara dari Indonesia ke China telah menghasilkan devisa senilai US$1,68 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya US$1,03 miliar. Namun posisi Indonesia masih berada di bawah Australia yang pada tahun ini nilai ekspornya telah mencapai US$6,51 miliar.''Kualitas batubara kita nomor satu di China. Oleh sebab itu, mesti dimanfaatkan ajang seperti CCME itu,'' kata Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy Satria Iswara. Menurut Dandy, kadar sulfur batubara Indonesia lebih bagus dibandingkan k ompetitor utama dari Australia. China yang juga menghasilkan batubara dengan kadar sulfur tinggi sehingga menimbulkan polusi sangat membutuhkan batubara dari Indonesia sebagai bahan campuran dalam menggerakkan sejumlah alat pembangkitan energi listrik. Namun untuk batubara ringan, pada tahun lalu, Indonesia telah menjadi pengekspor nomor satu dengan mencapai 87,48%.  Rusia dan Mongolia terus menguntit posisi Indonesia, setelah Korea Utara dikenai sanksi larangan ekspor akibat uji coba senjata nuklir. Karena itu, kehadiran BPG sebagai wakil Indonesia di CCME 2017 bisa memperkuat daya saing batubara asal Indonesia, tidak hanya di China namun juga untuk berekspansi lebih luas di pasar Internasional.  ''Kami berharap kehadiran kami akan membuka pintu kesempatan yang lebih besar lagi untuk memasuki berbagai pasar internasional, sehingga bisa memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian Indonesia,'' kata Rendy. (rls)loading...Sumber: Google News | Berita 24 Kalsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »