www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Adaro Tak Tertarik Kembangkan CBM di Indonesia

Posted by On 10.12

Adaro Tak Tertarik Kembangkan CBM di Indonesia

  • Home
  • Berita
  • Energi

Energi

Adaro Tak Tertarik Kembangkan CBM di Indonesia Adaro lebih memilih pemanfaatan batu bara untuk pembangkit listrik karena dianggap lebih efisien. Tambang Batu Bara Senin 23/4/2018, 19.49 WIB Anggita Rezki Amelia Adaro Revisi Target Kinerja Tahun Ini Tak Pasok Batu Bara ke Domestik, Perusahaan Akan Dilarang Ekspor Tiga Penyebab Produksi Batu Bara Kuartal I 2018 Turun

PT Adaro Energy Tbk mengaku belum tertarik mengembangkan bisnis gas metana dari batu bara (Coal Bed Methane/CBM). Ini menanggapi dorongan Kemente rian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar perusahaan dalam negeri bisa mengembangkan potensi CBM di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan pihaknya saat ini masih fokus mengembangkan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Bisnis ini dinilai lebih efisien daripada pengembangan CBM.

Daftar newsletter Katadata sekarang! Dapatkan berita terbaru pilihan kami melalui email Anda setiap hari (Senin - Jumat). Saya setuju untuk menerima promosi dari produk & layanan Katadata. Kode Keamanan Baru Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Alamat email Anda telah terdaftar Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi Silahkan mengisi alamat email Silahkan mengisi alama t email dengan benar Masukkan kode pengaman dengan benar Silahkan mengisi captcha

Adaro juga sudah mencoba mempelajari pengembangan CBM dengan melakukan studi banding ke Tiongkok, tepatnya di pusat riset yang ada di Xen Hua, Beijing. Hasilnya, bisnis itu belum ekonomis terutama dari segi tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR)

Pertimbangan lainnya adalah fluktuasi harga batu bara. "Dengan harga batu bara yang fluktuasinya tinggi, research-nya masih kurang berhasil CBM. Secara finansial, ini belum memberikan return yang cukup baik. Untuk sementara kami fokus ke power plan," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/4).

Salah satu pemanfaatan tambang batu bara untuk pembangkit listrik yang dilakukan Adaro ada di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Di wilayah itu kini sudah terbangun PLTU 2x30 Mega Watt (MW) yang mampu melistriki wilayah tersebut yang tadinya masih minim listrik.

Adaro juga akan meningkatkan kapasitas PLTU tersebut menjadi 2x100 MW. "Kami sudah jauh-jauh hari melihat nilai tambah dari batu bara. Nilai tambah yang paling efektif adalah membangun power plan dari batu bara," kata Garibaldi.

Sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan menginginkan agar PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi lainnya dapat mengembangkan CBM di Indonesia. Ini karena hasil produksi dari CBM sangat bermanfaat, terutama sebagai energi alternatif sebagai pengganti elpiji.

Menurut Jonan, kandungan gas yang ada dalam batu bara bisa menggantikan elpiji lewat proses pencairan. Dengan begitu, pengembangan blok tersebut bisa menghasilkan nilai tambah yang besar bagi masyarakat.

"Kami akan akomodasi jika anda mau ke CBM. Saya dorong oil and gas dan perusahaan multi energy seperti Pertamina sekarang coba kesitu dan bekerja sama dengan perusahaan tambang batu bara," kata dia di Jakarta, Rabu (11/4).

Selain bisa memiliki nilai tamb ah yang besar, pengembangan gas CBM juga ramah lingkungan. Bahkan Jonan, sempat berseloroh jika tidak ada investor yang mau mengerjakan CBM, dirinya akan mengembangkan blok tersebut setelah pensiun.

Data kementerian ESDM tahun 2016 mencatat cadangan CBM di Indonesia mencapai 453 triliun kaki kubik (Tcf). Potensi ini lebih besar dibandingkan cadangan gas konvensional yang hanya 170 Tcf.

(Baca: Menteri ESDM Dorong Pengembangan CBM untuk Gantikan Elpiji)

Potensinya ini juga lebih besar daripada negara produsen batubara lainnya seperti Australia. Negara Kanguru itu memiliki cadangan CBM sebanyak 350 Tcf.

Anggita Rezki Amelia Artikel Terkait Adaro Revisi Target Kinerja Tahun Ini Tahun ini target EBITDA turun US$ 200 juta menjadi US$ 1,1 miliar hingga 1,3 miliar akibat kebijakan harga batu bara untuk pembangkit dalam negeri. Tak Pasok Batu Bara ke Domestik, Perusahaan Akan Dilarang Ekspor "Bapak Menteri tegas. Kal au tidak memasok ke dalam, maka dia tak diizinkan ekspor,” kata Iwan Santoso. Tiga Penyebab Produksi Batu Bara Kuartal I 2018 Turun Kementerian ESDM optimistis kuartal II tahun 2018, produksi batu bara membaik.

Berita Terpopuler

Nasional PDIP Prioritaskan Puan, Kompetisi Bursa Cawapres Jokowi Makin Ketat Jokowi disarankan memilih sosok cawapres non-partai yang dapat diterima semua golongan. Energi Rini Copot Elia Massa Manik dan Empat Direktur Pertamina Salah satu pertimbangannya adalah mempercepat proses holding dan adanya kelangkaan BBM. Nasional KPK Soroti 10 Nama Pejabat dan Pengusaha dalam Kasus Century Ketua KPK menyatakan akan terus mengusut kasus bailout Century. Nasional Hakim MA Batalkan Kewajiban Freeport Bayar Pajak Air Rp 2,6 Triliun Hakim menganggap alasan-alasan yang diajukan Freeport dalam permohonan Peninjauan Kembali dapat dite ... Makro Aturan Baru Pajak UMKM 0,5% dari Omzet, Penerapannya Berbatas Waktu UMKM badan hanya bisa menggunakan PPh final selama tiga tahun, sedangkan UMKM orang pribadi enam tah ... Digital Pengemudi Ojek Online Unjuk Rasa, Tarif Go-Jek dan Grab Melonjak Polisi menyiapkan rute alternatif untuk menghindari kemacetan akibat demo pengemudi ojek online di d ... Nasional PKS dan Gerindra Tentukan Cawapres Prabowo Lewat Dua Opsi PKS masih bersikukuh cawapres berasal dari sembilan nama yang diusulkan ke Gerindra, tak akan memili ... Energi Hindari Polemik, Ini Pesan Elia Setelah Tak Jadi Dirut Pertamina “Loyal ke institusi, bukan individu di dalam dan luar perusahaan,” ujar Elia. Bisnis Budi Waseso Disebut Bakal jadi Direktur Utama Bulog Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) petang tadi memanggil jajaran di reksi Bulog, namun sang ...

Opini

Joy Wahjudi Joy Wahyudi

Registrasi Prabayar Mengubah Drastis Bisnis Telekomunikasi

Arif Rachmat Arif Rachmat

Agro Digital Itu Berat, Tapi Kesempatannya Besar

Iwan Setiaw an Lukminto Iwan Setiawan Lukminto

Penerapan Teknologi Industri 4.0 Tak Perlu 100%

Fahmy Radhi Fahmy Radhi

Waspadai Potensi Tiga Penyimpangan Pembelian Saham Freeport

Theodore Permadi Rachmat TP Rahmat

Sektor Usaha Andalan Saat Ini Pertanian, Pariwisata, Kesehatan

Baca juga Nadiem Makarim Digital Go-Jek Dikabarkan Segera Ekspansi ke Filipina Rupiah Makro BI: Pelemahan Rupiah Bukan yang Terparah di Antara Negara Berkembang Rig Energi Pemerintah Patok Bonus Tanda Tangan Blok Terminasi US$ 1-250 Juta demonstrasi ojek online Nasional Tuntutan Ribuan Pengendara Ojek Online dari Tarif Hingga Regulasi Infomark Kinerja Antam 2017 (2) Infomark Kinerja Antam 2017 Melesat Membangun Indonesia Sentris Infomark Membangun Indonesia Sentris Proyek Prioritas Nasional: Jambaran Tiung Biru Infomark Proyek Prioritas Nasional: Jambaran Tiung Biru PROPER: Pertamina Berkomitmen Terhadap Keberlanjutan Lingkungan Hidup Infomark Komitmen Pertamina Terhadap Keberlanjutan Lingkungan Hi dup Sumber: Google News | Berita 24 Kalsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »