www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional Penduduk Kalsel Masih ...

Posted by On 21.53

Keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional Penduduk Kalsel Masih ...


Banjarhits.id, Banjarbaru - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menilai kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kalimantan Selatan masih di bawah target. Indikasinya, dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, DJSN baru menemukan satu daerah yang angka kepesertaan JKN di atas 95 persen.Anggota DJSN, Ahmad Ansyori, mengatakan ada 3 faktor rendahnya kepesertaan JKN, yaitu belum ada pemahaman akan pentingnya JKN, banyaknya warga miskin, dan layanan medis belum optimal. Menurut dia, pemerintah daerah dan instansi teknis mesti mendorong pemahaman pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat luas.“Saya lupa nama tempatnya (kabupaten/kota yang mencapai 95 persen di Kalsel), kalau enggak salah dekat Kabupaten Kotabaru. Mayor itas (peserta JKN di Kalsel) masih rendah, ada yang masih di bawah 80 persen,” kata Ahmad ketika sosialisasi DJSN di Hotel Novotel, Kota Banjarbaru, Kamis (24/5).Padahal, kata dia, pemerintah pusat menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan semesta kesehatan lewat JKN mencapai seluruh penduduk di Indonesia pada 1 Januari 2019.Adapun realisasi kepesertaan JKN pada 2017 atau per 1 Januari 2018 sebanyak 187.982.949 jiwa atau 73 persen dari 257,5 juta penduduk Indonesia.“Tidak boleh satu pun warga yang tidak ter-cover jaminan sosial, ini sudah dijamin Undang-Undang Dasar,” kata dia.Namun, ia pesimistis target tersebut dapat dicapai karena masih banyak kendala di lapangan.DJSN mengawasi kinerja BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara DJSN mengawal implementasi 5 program jaminan sosial, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kematian, dan jaminan kesehatan.“Ini hak semua warga Indonesia, maka kami dorong pemerint ah daerah untuk memastikan kepesertaan warganya. Jangan sampai ada warga miskin yang sulit berobat karena enggak punya uang,” ucap Ahmad.Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalimantan Selatan, Yoeyoen Indharto, memastikan 1.228 anggotanya sudah ikut jaminan sosial lewat BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, ia mengatakan perusahaan yang memiliki serikat buruh wajib mengikutsertakan jaminan sosial para pekerjanya.“Kami kontrol terus. Kami juga tetap berjuang di ranah publik, khususnya warga miskin bisa ter-cover jaminan sosial, seperti jaminan kesehatan. BPJS ini terbentuk karena adanya gerakan buruh dan masyarakat miskin,” ujar Yoeyoen.Ia pun mengoptimalkan peran Jamkes Watch dalam pengawasan layanan kesehatan ke masyarakat. Sejak dibentuk pada Maret 2018, Yoeyoen sudah menerima 50 laporan soal pelayanan kesehatan, seperti harga obat dan kamar rawat inap. “90 persen diadvokasi,” kata Yoeyoen. (Diananta)Sumber: Google News | Berita 24 Kalsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »